Trip To Hong Kong [Day 4]: Macau – Museum, Food, and The Tower

Halo. Post ini adalah cerita lanjutan dari kisah perjalanan saya dan KangMan selama di Hong Kong dan Macau di pertengahan tahun 2016 ini. Kami tiba di Hong Kong saat hari sudah gelap, alhasil hari pertama kami habiskan dengan beristirahat di hotel saja. Di hari kedua kami menaklukkan Disneyland Hong Kong hingga malam hari. Dan di hari ketiga, kami berpindah lokasi ke Macau.

Hari ini adalah hari keempat kami berada di daratan Tiongkok. Itinerary hari ini agak longgar, karena tempat-tempat yang mesti kudu harus wajib di kunjungi sudah kami samperin kemarin. Hari ini kami awali dengan packing (again) dan pindah ke hotel kedua kami di Macau. Nama hotelnya, 5footway.inn project ponte 16. Hotel inilah yang paling membuat kami bahagia disepanjang perjalanan ini. Selain karena interiornya masih baru [Note: mereka baru saja renovasi tahun lalu], di hotel ini juga disediakan pantry, sofa super empuk, dan yang paling bikin tenang adalah bahwa hotel ini merupakan salah satu cabang dari hotel dengan nama yang sama di Singapura. Seakan dekat dengan rumah gitu ceritanya. Hahaha..😉😆 Untuk review 5footway.inn bisa dibaca disini ya..!

5footway.inn Project Ponte 16, Macau. The Lobby.

5footway.inn Project Ponte 16, Macau. The Lobby.

Setelah check in, naruh barang, dan ‘ngerampok’ air di pantry hotel, kami langsung capcyus naik public bus ke Museum Grand Prix dan Museum Wine.

Dari 5footway.inn ke Museum Grand Prix dan Wine bisa dengan menaiki bus No. 3 dan turun tepat di depan museumnya. Sayangnya kami salah turun satu pemberhentian sebelum yang seharusnya. Alhasil jalan kaki deh. Hahahaha..😀😀

Macau's Museum

Museum Grand Prix dan Museum Wine ini letaknya di gedung yang sama. Kesan pertama begitu tiba di depan gedung ini adalah penjagaannya yang lumayan serius. Di depan gedung ada polisi yang jaga, yang saya dan KangMan tanyain untuk kroscek bener apa ga nya lokasi museum yang mau kita tuju. Begitu masuk ke dalam gedung, ada polisi lagi yang jaga, yang langsung nuntun kita buat turunin tangga. Di ujung tangga, ada polisi lagi yang dengan baik hatinya mengingatkan kami untuk ‘mind your steps’ karena ada jarak dari tangga satu ke yang lainnya. Gapapa juga si banyak polisi yang jagain, lumayan cuci mata liat yang bening-bening. Hahahaha…😀🙂😉 [Trus langsung ga dikasih gaji bulanan sama KangMan.😐 ]

Museum pertama yang kami masukin adalah si Grand Prix Museum. Harga tiketnya GRATIS!🙂 Jam bukanya dari 10.00 sampai 20.00 dan tutup tiap hari Selasa. Museum ini dibuka pada tahun 1993 untuk memperingati ulang tahun ke 40 nya Grand Prix Macau, yang biasanya diadakan tiap tahun di Bulan November. Hingga saat ini, Grand Prix Macau telah menjadi ajang olahraga internasional yang menarik ribuan wisatawan dan peminat balapan untuk datang berkunjung ke Macau, untuk menonton “Guia Race” dan “Formula 3 Grand Prix”.

Grand Prix Museum

Sesuai dengan latar belakangnya, Museum Grand Prix menampilkan puluhan koleksi mobil-mobil balap dari seluruh dunia. Dari mobilnya Ayrton Senna hingga yang digunakan oleh Michael Schumacher. Buat lelaki-lelaki (dan perempuan) yang gemar sama balap-balap mobil, tempat ini wajib banget dikunjungi saat ada di Macau.

Grand Prix Museum

Next? Wine Museum.

Letaknya persis di ruangan sebelah dari Grand Prix Museum. Harga tiketnya juga GRATIS!😉 Jam bukanya juga dari 10.00 sampai 20.00. Mereka juga tutup di tiap Hari Selasa. Museum ini dibagi menjadi beberapa area; sejarah wine, penyimpanan wine, dan ruang pertunjukkan. Buat yang sama sekali tidak tahu tentang proses pembuatan wine, museum ini menyediakan penjelasan yang amat jelas sampai ke barrel-barrel (gentong-gentong) tempat penyimpanan anggur juga ada disini. Buat yang bisa minum wine, diakhir area museum disediakan juga wine testing. Pengunjung bisa icip-icip wine dari berbagai macam tempat dengan harga tertentu… [Maap saya lupa berapa harganya, yang pasti ga mahal koook]. Disini juga ada toko wine yang bisa dibeli buat oleh-oleh.

Wine Museum

Puas berkeliling adem-adem didalam gedung museum, kami pun beranjak keluar dan berjalan kaki menuju Macau Fisherman’s Wharf.

Macau Fisherman's Wharf

Macau Fisherman’s Wharf adalah taman bermain pertama bertemakan budaya dalam industri pariwisata di Macau. Letaknya tidak jauh dari Macau Outer Harbour Ferry Terminal. Taman ini tidak hanya pure theme park, tapi juga memiliki restoran, tempat pembelanjaan, dan penginapan di area yang sama. Untuk masuk ke dalamnya tidak dikenakan biaya. Kecuali kalau mau main permainannya.

Saya dan KangMan tiba di Macau Fisherman’s Wharf sekitar jam 1 siang. Siang itu cukup panas. Menjadikan kami hanya berfoto sebentar di mascot nya Macau Fisherman’s Wharf ini. Kami tidak berminat untuk menaiki wahana-wahana permainan dalam area ini karena review dari travelers yang tidak begitu memuaskan. Saran saya, buat yang mau kesini lebih baik di sore hari saja, menjelang malam. Sepertinya saat suasanya agak redup, banyak angin semilir, akan lebih memuaskan ke Fisherman’s Wharf ini.

Macau Fisherman's Wharf

“Mascot”nya Macau Fisherman’s Wharf..

Selesai sudah petualangan kami di daerah Macau Peninsula. Setelah dari Macau Fisherman’s Wharf, kami melanjutkan perjalanan melewati Cotai dan Taipa ke daerah Coloane. Sekilas tentang Macau bisa dibaca di post sebelumnya disini ya..😉

Selain dendeng babi, makanan khasnya Macau adalah Portugese Egg Tart. Di berbagai toko oleh-oleh di sepanjang jalan dari Senado Square ke Ruins Of St. Paul banyak yang menjual Portugese Egg Tart ini. Harga satu kuenya kurang lebih sekitar MOP 10 saja.

Saya dan KangMan mencoba Portugese Egg Tart langsung di toko aslinya. Nama tokonya Lord Stow’s Bakery. Cabangnya ada di Hotel Venetian dan juga di Hong Kong. Tapi kami pergi ke toko pertama bakery ini yang letaknya di ujung selatan Macau; Coloane. Bedanya egg tart di toko ini dan toko-toko lainnya terletak di bahan dasarnya. Kalau di toko sekitaran Senado Square katanya menggunakan minyak tertentu, sedangkan di Lord Stow’s ini menggunakan margarin. Again, CMIIW ya..😉 Katanya si, bila dibandingkan, lebih enak yang menggunakan margarin. Sayangnya saya tidak memakan yang menggunakan minyak jadi tidak bisa membandingkan rasanya.😎

Lord Stow's Bakery

Harga satu egg tart lord stow’s bakery MOP 9

Setelah beristirahat dikerimbunan pohon-pohon daerah Coloane, kami pun beranjak ke Macau Giant Panda Pavillion yang juga masih berada didaerah yang sama. Dari Lord Stow’s Bakery tinggal naik public bus kembali menuju arah Taipa. Pemberhentian kami (lagi-lagi) terlewati ketika mau berkunjung kesini. Alhasil mesti naik bus lagi ke arah yang berlawanan karena kalau jalan kaki lumayah juauh..😦

Toko souvenir sekaligus tempat membeli tiket untuk melihat pandanya.

Toko souvenir sekaligus tempat membeli tiket untuk melihat pandanya.

Tujuan utama kami ke Macau Giant Panda Pavilion tidak lain adalah untuk melihat si Panda. Tempat wisata ini sangat luas. Ada kandang burung dan binatang lainnya juga disini. Saat kami berkunjung, tak terlihat begitu banyak wisatawan yang ada disni. Mungkin karena mayoritas wisatawan lebih menitikberatkan ke daerah Macau Peninsula melihat Senado Square, Ruins Of St. Paul, dan kawan-kawan, dibandingkan dengan ke daerah ini.

Untuk melihat panda, pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar MOP 10. Jam bukanya dari 10.00 sampai 17.00, dan ada istirahat sejam dari jam 13.00 sampai 14.00. Berbeda dari Museum Grand Prix dan Museum Wine yang tutup di Hari Selasa, Macau Giant Panda Pavilion ini tutup di tiap Hari Senin.

Sayangnya, panda yang ada disini cuma dua buah..😦 Kami tiba di ruangan pandanya sudah sekitar pukul 16.00 dan waktunya mereka makan. Kesedihan kami terobati ketika salah satu panda dengan lucunya menggosok-gosokkan pantatnya di salah satu batu dalam kandang. Gatel ya nda? Hahaha..😀😀

Duh, nda, kamu kotoooorr.. :(

Duh, nda, kamu kotoooorr..😦

Menjelang malam, kami beranjak ke salah satu hotel dan kasino terbesar di Macau; Venetian. Kami (lagi-lagi) salah pemberhentian bus. Namun, kesalahan kali ini membuat kami memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam area kasino hotel venetian. Masuk ke kasino? Checked! Hahaha..😀

Venetian

Lokasi pertama yang kami tuju adalah foodcourt di lantai 3. Di foodcourt ini ada toko yang menyajikan makanan halal. Nama tokonya Indian Spice Express. Kami memesan Chicken Tikka Masala dan Chicken Tandoori masing-masing satu porsi. Untuk harganya, jangan ditanyakan, kami sudah tidak mau mengingatnya. Hahaha…😥😉😎 Untuk rasanya, endesss benerrr!

Halal Food

Langsung habis, bersih tak da sisa.

Setelah perut kenyang, kami beranjak ke area gondola. Yang mau nyobain naik gondola, wahana ini buka dari jam 11.00 – 22.00. Harga tiketnya untuk dewasa MOP 128 dan anak-anak MOP 98. Bisa juga menyewa satu gondola sendiri seharga MOP 512.

Gondola

Sebelum menutup hari, kami sempatkan mampir ke Macau Tower yang arahnya juga searah jalur pulang, di Macau Peninsula. Macau tower ini buka dari jam 10.00 – 21.00 dengan harga dewasa MOP 135 dan anak-anak MOP 70. Buat yang bernyali tinggi bisa juga nyobain bungee jumping dari atas tower seharga MOP 3.288.

Kami menjadi beberapa orang terakhir yang naik ke gedung setinggi 100 lantai ini. Pemandangan dari atas saat malam cukup oke. Sayangnya susah mengambil gambar yang seoke penampakan aslinya. Huhuu..

View from the top of Macau Tower

View from the top of Macau Tower

That’s it. Besok kami akan kembali packing di pagi hari untuk meneruskan perjalanan kembali ke Hong Kong. Ciao!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s