Trip To Hong Kong [Day 3]: Going To Macau

Hari ketiga kami meninggalkan Indonesia dan kami sudah merindukan bubur ayam, nasi uduk, dan ketoprak. Hahaha..πŸ˜€πŸ˜€ Saya dan KangMan sudah menghabiskan dua malam di Hong Kong. Di hari pertama, kami tiba sudah cukup malam dan memutuskan untuk beristirahat di hotel saja. Dan di hari kedua, kami menghabiskan satu hari di Disneyland. Di hari ketiga ini, saya dan KangMan akan menyebrang ke Macau.

Perjalanan kami diawali dengan check out dari Yotel Cha Cha, Tsim Sha Tsui. Review hotelnya disini ya..πŸ˜‰ Kami keluar dari Golden Crown Court sekitar pukul 08.00 HKT. Dari hotel, kami akan menuju ke Hong Kong China Ferry Terminal untuk menaiki ferry menuju Macau.

Rute ke ferry terminal

Ada dua tiga ferry terminal yang bisa membawa kalian ke Macau. Yang terdekat dari penginapan saya adalah si Hong Kong China Ferry Terminal ini. Satu lagi Yang kedua ada di Hong Kong Island, namanya Hong Kong Macau Ferry Terminal. Dan yang ketiga ada di Tuen Mun Ferry Pier. Ketiganya melayani rute ke Macau dan ke Taipa. Dari Yotel Cha Cha ke Hong Kong China Ferry Terminal bisa dengan berjalan kaki.

Hong Kong China Ferry Terminal ini adanya dalam gedung perkantoran (CMIIW yaπŸ˜‰ ) atau sejenis shopping mall gitu. Saat berjalan menuju terminal, kita tidak akan melihat ferry atau laut disepanjang jalannya karena tertutupi oleh gedung-gedung. Saya dan KangMan juga sempat bingung mencari ferry terminal ini hingga terlihat petunjuk arah ferry terminal yang cukup besar diujung Canton Road.

Masuk ke gedung terminal kalian masih harus menggunakan lift untuk ke lantai 1, tempat dimana kita bisa membeli tiket ferry nya. Jangan kaget begitu keluar dari lift di lantai 1 nya ya.. Karena akan ada beberapa orang (calo) yang akan menawarkan tiket ferry dengan jam keberangkatan tercepat. Kalau kalian buru-buru, silahkan diambil. Kalau tidak, lebih baik membeli langsung dari counter ferry nya saja..

Ada dua pilihan provider ferry untuk menuju Macau; TurboJet dan Cotai Water Jet. Untuk kelas ekonomi, harga tiketnya hanya beda HKD 1, TurboJet di HKD 164 dan Cotai di HKD 165. Karena hotel kami ada di daerah Macau Peninsula, maka kami membeli tiket untuk ke Macau Outer Harbour Ferry Terminal. Tentu saja tiket yang saya dan KangMan beli adalah tiket dengan dengan harga yang paling murah, TurboJet.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜Ž

Counter TurboJet

Setelah membeli tiket, penumpang belum boleh langsung masuk ke area keberangkatan. Penumpang baru diperbolehkan untuk check in sekitar setengah jam menjelang jam keberangkatannya. Saat check in ini tiket kita akan ditempel oleh nomer kursi di ferry nya. Saya dan KangMan termasuk yang beruntung diberikan kursi untuk berdua yang dekat dengan jendela.

Di dalam kapal ferry nya. Penumpangnya penuh. Mayoritas chinese.

Di dalam kapal ferry nya. Penumpangnya penuh. Mayoritas chinese.

Setelah check in dan dikasih nomer kursi, langkah selanjutnya adalah melewati imigrasi Hong Kong, lalu menuju boarding gate dan menunggu pintu menuju ferry nya dibuka. Langkah-langkahnya sebelas dua belas deh dengan ketika kita mau berpergian dengan pesawat.πŸ˜‰

Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk ke Macau, dari daerah Kowloon, kurang lebih satu jam. Kami mendapatkan tiket untuk jam 10.30 saat itu. Sekitar jam 11.30 kami sudah tiba di Macau. Turun dari ferry, kami langsung berjumpa dengan counter imigrasi. Alhamdulillah saya dan KangMan melewati imigrasi Macau pun dengan lancar jaya, tanpa ditanya, tanpa hambatan. Dan, lagi-lagi, cita-cita menambah stempel di paspor pun ludes, karena baik Hong Kong dan Macau hanya memberikan selembar kertas sebagai penanda masuk ke negara mereka, tanpa stempel di paspor. Huhuu..πŸ˜€πŸ˜¦πŸ˜•

SEKILAS TENTANG MACAU

Macau terdiri dari tiga wilayah; Macau Peninsula, Taipa, dan Coloane. Macau Peninsula adalah pusat dari Macau, dan terhubung ke Pulau Taipa oleh tiga buah jembatan. Sementara itu, diantara Taipa dan Coloane ada daerah bernama Cotai, yang diambil dari singkatan COloane dan TAIpa, yang merupakan area dengan tanah hasil reklamasi. Di daerah Cotai inilah banyak terdapat hotel-hotel bintang lima lengkap dengan kasino-kasino mewahnya.

Macau dulunya merupakan jajahan Portugis. Jadi arsitektur kota, seni, agama, tradisi, makanan, dan masyarakatnya mencerminkan integrasi budaya Cina, Barat, dan Portugis. Sama seperti Hong Kong, Macau juga menjadi daerah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok, yang berada di bawah prinsip β€˜satu negara, dua sistem’. Karena itulah bagi WNI yang mau berkunjung ke Macau tidak memerlukan visa.πŸ™‚πŸ˜‰

Transportasi di Macau tidak semudah di Hong Kong. Opsi pertama untuk transportasi adalah menggunakan jasa shuttle bus gratis yang disediakan oleh berbagai hotel-hotel besar di Macau. Untuk shuttle bus ini akan kalian temui begitu keluar dari ferry terminal di Macau. Beberapa hotel akan dengan senang hati menerima penumpang yang bukan penginap. Namun ada beberapa juga yang memastikan apakah penumpang busnya sudah bertransaksi untuk hotel tersebut atau belum, jika belum, maka mereka tidak bisa menggunakan jasa bus hotel tersebut.

Salah satu shuttle bus gratis yang disediakan oleh Hotel Galaxy. Foto didapat dari https://www.hulutrip.com

Salah satu shuttle bus gratis yang disediakan oleh Hotel Galaxy. Foto didapat dari https://www.hulutrip.com

Opsi yang kedua, yang mayoritas saya gunakan, adalah dengan menaiki bus umum. Website yang sangat berguna adalah i-bus. Di website ini kita bisa melihat rute dan lokasi pemberhentian tiap bus di Macau.

Cukup seru naik bus umum di negara yang bahasanya tidak kita mengerti. Tips pertama, bila Anda memilih opsi ini, pastikan sebelum naik bahwa uang buat bus nya adalah uang pas. Supir tidak akan memberikan Anda kembalian jika Anda membayar dengan uang besar. Tips kedua, selalu baca papan petunjuk rute bus dan ingat (catat/foto) halte dimana Anda harus turun. Karena nama haltenya mayoritas dalam bahasa portugis, jadi saya sarankan lebih baik untuk memfoto saja papan rute busnya. Tips ketiga, selalu aware sama papan pengumuman pemberhentian di dalam bus, yang umumnya terletak di depan. Pengumuman pemberhentian akan diumumkan dalam tiga bahasa; mandarin (atau Cantonese?), portugis, dan bahasa inggris. Then, you all set and ready to go!πŸ˜‰

Untuk pembelian atau pembayaran, toko maupun bus di Macau menerima uang Hong Kong Dollar maupun Macau Patacas. Nilai perbandingannya 1 HKD = 1 MOP. Saran saya, tidak perlu menukarkan uang dalam bentuk Patacas, cukup gunakan saja uang Hong Kong Dollar yang dimiliki. Namun, untuk pembayaran, gunakan terlebih dahulu patacas nya karena mata uang ini tidak bisa digunakan selain di Macau.

Macau Tourism Information

Oke, balik lagi ke cerita..πŸ™‚

Langkah pertama yang saya dan KangMan lakukan begitu keluar dari imigrasi Macau adalah menuju Tourism Information Center. Lokasinya ada didekat pintu keluar gedung terminal. Disini kita bisa mengambil free map sebanyak apapun. Disini juga saya, tadinya, mau membeli Macau Pass. Yap, hasil review traveler, di Macau juga ada kartu sakti serbaguna yang bersaudaraan dengan Octopus Card Hong Kong serta EzLink Singapura. Namanya Macau Pass. Fungsinya sama seperti saudara-saudaranya, bisa digunakan untuk transportasi maupun untuk belanja di minimarket. Sayangnya kartu Macau Pass ini amat sangat jarang ditemui. Info yang saya dapatkan dari kakak-kakak di Information Center, mereka tidak menjual si Macau Pass ini. Jika mau membeli, kita harus pergi ke gedung yang berada di depan ferry terminal. Katanya si dijual juga di 7-11, tapi kami tidak menemukan minimarket ini di dalam gedung terminal.

Untuk traveler yang berkunjung ke Macau hanya sehari dua hari, lebih baik tidak usah mencari dan membeli kartu ini. Selain susah ditemui, untuk pengembaliannya pun hanya bisa di lokasi-lokasi tertentu. Begitupun kesimpulan saya dan KangMan, karena lebih banyak ribetnya, kami memutuskan untuk membayar transportasi dengan uang cash saja.😐😎

Ada dua hotel yang akan kami inapi di Macau. Hotel pertama adalah Hotel Kou Va. Reviewnya ada disini ya.. Menuju hotel ini bisa dengan menggunakan free shuttle bus dari Sofitel Ponte 16 atau dari Grand Lisboa. Tapi melihat dari hotel-hotel tersebut kami harus lumayan jalan lagi, maka kami memutuskan untuk menggunakan public bus saja.

Tampak depan Hotel Kou Va. Posisinya persis sebelah Villa Universal.

Tampak depan Hotel Kou Va. Posisinya persis sebelah Villa Universal.

Bus yang kami naiki bernomer 10 dan turun di Av. Alm. Ribeiro (Kam Pek Community Center). Selain Hotel Kou Va, buat yang menginap di Universal Hotel, Hotel Man Va dan Ole Tai Sam Un Hotel juga bisa menggunakan cara yang sama karena letak hotelnya sangat berdekatan.

Setelah check in dan cukup istirahat, kami lalu memulai berjalan-jalan di Macau. Daerah pertama yang kami jelajahi adalah Macau Peninsula.

Rute perjalanan

Hotel Kou Va – Senado Square – Saint Dominic’s Church – Ruins Of St. Paul – Macau Museum – Monte Fort – …and back to Senado Square.

Lokasi pertama yang kami singgahi adalah Senado Square. Senado Square dapat diibaratkan seperti pusat kotanya Macau. Disinilah wisatawan dari penjuru dunia berkumpul. Saat kami kesana pun, ada kelompok warga lokal yang sedang berdemo persis di depan Senado Square ini. Disekeliling Senado Square terdapat beberapa gedung ala eropa portugis yang masih terjaga keasriannya. Cocok banget buat foto-foto..πŸ˜‰πŸ˜³

Senado Square, foto diambil ketika balik dari Ruins Of St. Paul.

Senado Square, foto diambil ketika balik dari Ruins Of St. Paul.

Kami teramat bahagia ketika menemukan McDonald’s di salah satu gedung di Senado Square ini. Terlebih bahagia lagi ketika melihat papan menu, harga fish burger nya lebih murah daripada yang di Hong Kong! Hahaha… Penting iniii..πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Dari Senado Square kami berjalan menuju Ruins of St. Paul. Sepanjang jalan terdapat beraneka ragam toko oleh-oleh makanan Macau. Mayoritas dari toko-toko itu akan menawarkan tester produk mereka kepada wisatawan yang lewat. Sayangnya mayoritas mereka menjual dendeng babi. Ga bisa ngereview deh jadinya..😎

Holy House Of Mercy

Macao Holy House Of Mercy

Di sebelah kanan dari Senado Square kita akan menemui The Holy House of Mercy yang merupakan sebuah lembaga sosial yang menurut Macao Tourism masih berfungsi sampai hari ini. Saya dan KangMan sempat ingin mencoba masuk ke dalam gedung ini. Tapi karena dikenai biaya [Iye, kita pelit!], dan hasil review yang tidak begitu memuaskan, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Ruins Of St. Paul.

Bangunan berikutnya yang kami temui di jalan adalah St. Dominic’s Church. Bentuknya lumayan menarik perhatian dengan warna dindingnya yang bersinar. Di bagian belakang gereja ini ada tower untuk loncengnya yang sudah dimodifikasi menjadi Museum of Sacred Art yang menampilkan lebih dari 300 koleksi artefak, yang saya dan KangMan tidak masuki juga.πŸ˜†

Saint Dominic's Church

St. Dominic’s Church.

Akhirnya kami pun tiba di area Ruins Of St. Paul. Pada awalnya, Ruins Of St. Paul ini adalah gereja bernama Mater Dei yang didedasikan kepada Santo Paulus. Lokasi gereja ini ada diatas bukit. Lalu, pada tahun 1835, gereja ini terbakar. Sempat mengalami renovasi kembali, namun kemudian terbakar lagi. Bencana kebakaran yang terakhir menyisakan hanya bagian depan gereja saja yang utuh, yang hingga saat ini dijadikan salah satu tempat wisata wajib bagi yang berkunjung ke Macau.

Ruins Of St. Paul.

Ruins Of St. Paul.

Museum de Macau menjadi lokasi berikutnya yang kami kunjungi. Disini kami tidak masuk ke dalam museum, karena ada beberapa area museum yang sedang dalam masa perbaikan. Kami melewati museum de Macau ini untuk menuju ke Fortress Hill, dimana kita bisa melihat kota Macau dari atas.

Museum de Macau

Kami sempat beristirahat sebentar di sofa empuk yang tersedia di depan Museum de Macau, sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Senado Square menuju Hotel Grand Lisboa.

Dari Senado Square menuju Ruins Of St. Paul, dan sebaliknya, terdapat banyak toko-toko souvenir makanan asli Macau. Mayoritas diantaranya menjual dendeng babi, yang tidak bisa saya cicipi..

Dari Senado Square menuju Ruins Of St. Paul, dan sebaliknya, terdapat banyak toko-toko souvenir makanan asli Macau. Mayoritas diantaranya menjual dendeng babi, yang tidak bisa saya cicipi..

Senado Square - Grand Lisboa Hotel - Wynn Hotel

Senado Square – Grand Lisboa Hotel – Wynn Hotel

Kami tiba di Grand Lisboa Hotel menjelang gelap. Bentuk hotel ini cukup menarik dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang lainnya di Macau. Kami hanya berfoto di area depan hotel saja karena akan meneruskan perjalanan ke Hotel Wynn.

Grand Lisboa Hotel. Mirip rumah Spongebob. #Loh?

Grand Lisboa Hotel. Mirip rumah Spongebob. #Loh?

Dari lisboa, kami menyeberang jalan menuju ke Hotel Wynn. Hotel ini memiliki beberapa atraksi yang lumayan oke untuk ditonton. Atraksi pertama yang kami saksikan adalah “Light & Water Show At Performance Lake”. Atraksi ini letaknya persis di depan lobi hotel. Pertunjukannya berlangsung dari jam 11.00 hingga 21.45 di tiap 15 menit. Katanya si di tiap pertunjukan ini menggunakan 800.000 galon air. Saran saya, datang kesini ketika hari sudah gelap. Pertunjukan yang hanya berlangsung selama 3 menit ini cukup oke untuk ditonton loh!πŸ˜€

Performance Lake At Wynn Hotel. Kalau malam hari ada lampu, api, dan musik yang oke punya.

Performance Lake At Wynn Hotel. Kalau malam hari ada lampu, api, dan musik yang oke punya.

Setelah menonton pertunjukan air mancur di lobi, kami masuk ke dalam hotelnya. Rencana kami adalah mau menonton atraksi “Dragon Of Fortune” dan “Tree Of Prosperity”. Tapi karena hotelnya yang besar, dan tidak ada peta petunjuk didalamnya, kami sempat jadi traveler ala-ala yang ilang. Untungnya mbak-mbak hotelnya baik, jadi kami bisa menemukan jalan kebenaran kembali… [Tssaaah…]πŸ˜€πŸ˜€

Pertunjukan “Dragon of Fortune” ada di salah satu lobi yang letaknya di sebelah kiri dari lobi utama Hotel Wynn. Pertunjukannya ada dari jam 10.00 sampai tengah malam dengan selang waktu 30 menit antar pertunjukannya, ganti-gantian dengan si “Tree Of Prosperity”. Ceritanya, dari bawah tanah nanti pelan-pelan akan muncul naga besar yang diatraksikan dengan cahaya, suara, dan asap-asap yang bikin geli-geli gimanaaa gituπŸ™‚ . Cukup nyeremin juga sii.. Tapi ga seserem si Grizzly Gulch nya Disneyland kemarin. Hahahaha..πŸ˜†πŸ˜‰

Dragon of Fortune

Setelah dari Hotel Wynn, kami terpaksa harus balik ke hotel karena kaki sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Sungguh beruntungnya kami saat mencari makan malam disekitar hotel. Ketemu supermarket eui! Daan,, bahagianya ketika ada indomie, oreo, serta richiese nabati halal yang diimpor langsung dari Indonesia terpampang nyata di salah satu rak. Okelah, ga ketemu ketoprak, bubur ayam, nasi uduk,, indomie pun jadi! Hahahaa..πŸ˜€πŸ˜€

Hari ketiga ini pun kami akhiri dengan makan malam indomie dan buah melon sebagai dessertnya.

Macau Tower tidak kesampaian dikunjungi di hari pertama kami di Macau..

Macau Tower tidak kesampaian dikunjungi di hari pertama kami di Macau..

PS: Situs Macau Tourism cukup membantu saya dalam merancang itinerary di Macau. Untuk transportasinya, situs I-Busnet dan Google Map yang membantu saya.

4 thoughts on “Trip To Hong Kong [Day 3]: Going To Macau

  1. I love the vibe and “friendly” streets of Macau. “hidup” dan “moving” dalam irama yg berbeda dibandingkan HK. Somehow you feel like walking in europe filled with Asians. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s