Trip To Hong Kong [Day 1]: CGK – KLIA – HKIA – Tsim Sha Tsui

Pesawat Air Asia yang saya tumpangi terbang on-time dari Terminal 3 CGK. Pas jam 06.30 WIB. Perjalanan 2 jam ke KLIA cukup aman, dengan beberapa kali goncangan kecil. Di sepanjang jalan, saya sibuk memikirkan saat transit nantinya. Bermindset sebagai backpacker ala-ala, saya dan KangMan tidak membeli fly-thru maupun fasilitas bagasi dari Air Asia. Beberapa traveler mengatakan bahwa perlu waktu transit yang cukup besar bila ganti pesawat di KLIA, karena jarak dari tempat parkir pesawat ke check in counter yang lumayan jauh, belum lagi antrian imigrasi yang suka pamer paha😯 (ups! maksudnya: PAdat MErayap tanPA HArapan).

FIDS di KLIA 2. Pesawat Air Asia menuju Hong Kong berada di Gate L12.

FIDS di KLIA 2. Pesawat Air Asia menuju Hong Kong berada di Gate L12.

Untungnya, begitu keluar dari pesawat, kami melihat transfer counter. Walau terlihat sepi, tapi tetap ada beberapa pegawai yang berjaga. Dan, karena kami sudah online check in, nge-print boarding pass, serta tidak ada bagasi, kami dipersilahkan langsung masuk lagi tanpa harus keluar ke imigrasi. Rasanya legaaaa,, ga perlu lari-larian imigrasi – counter check in – imigrasi. Tapi di sisi lain sedih juga, ga bisa makan di Nando’s. Hahahaha..😀😀

Welcome to Hong Kong!

Pesawat Air Asia KLIA2 – HKIA juga take off tepat waktu, hingga kami mendarat di Hong Kong sekitar pukul 17.30 HKT. Imigrasi lancar tak ada kendala. Hanya saja niat mengumpulkan cap di paspor tidak kesampaian karena baik Hong Kong maupun Macau tidak ngasih cap di paspor. Mereka hanya memberi selembar kertas kecil bukti kita sudah diperiksa imigrasi dan diperbolehkan masuk ke daerahnya.

Ada beberapa alternatif kendaraan umum untuk ke pusat kota dari bandara HKIA ini. Alternatif pertama, dengan menggunakan airport express (infonya disini). Ongkos dari HKIA ke daerah Kowloon sebesar HKD 90, sedangkan ke Hong Kong Island dikenai HKD 100. Bila menggunakan transportasi ini, penumpang diberi kemudahan dengan adanya free shuttle bus service dari stasiun ke hotel dan free porter service di tiap stasiunnya.

Alternatif kedua, dengan public busses (infonya disini dan disini). Dengan biaya berkisar antara HKD 30-50 tergantung rute yang diambil. Dan, alternatif ketiga, dengan taksi yang harganya berkisar antara HKD 200-300 tergantung tujuan kalian. Untuk yang taksi ini, saya tidak bisa berkomentar banyak, karena selama di Hong Kong kami tidak pernah menggunakan taksi. Ngeliat argo awalnya aja udah langsung ambil langkah seribu soalnya. Hahaha…😀😀

Mayoritas bis yang menuju ke kota bentuknya double decker (2 lantai). Saya dan KangMan mengambil bis No. A21 untuk menuju ke Yotel Cha Cha.

Mayoritas bis yang menuju ke kota bentuknya double decker (2 lantai). Saya dan KangMan mengambil bis No. A21 untuk menuju ke Yotel Cha Cha.

Pilihan saya dan KangMan jatuh kepada moda transportasi umum termurah. Yap. Public busses. Kami menggunakan bus No. A21 HKIA – Hung Hom Station seharga HKD 33 per orangnya untuk menuju ke penginapan. Hotel yang kami pilih untuk malam pertama dan kedua di Hong Kong terletak di daerah Tsim Sha Tsui, tepatnya di Nathan Road, lebih tepatnya lagi di Golden Crown Court, lebih tepatnya lagi di Yotel Cha Cha.

Untuk transportasi, walau bisa membayar langsung dengan uang cash, Hong Kong juga menyediakan alat pembayaran berupa kartu serbaguna. Namanya Octopus. Kartu ini fungsinya mirip dengan EZ-Link punyanya Singapura, atau sebelas dua belas dengan Flazz BCA atau E-Moneynya bank-bank komersil di Indonesia.

Hal pertama yang saya dan KangMan lakukan ketika keluar dari terminal kedatangan adalah mencari loket tiket MTR. [Note: di Hong Kong, MTR (Mass Transit Railway) itu sama seperti MRT (Mass Rapid Transit) nya Singapura.] Posisinya, keluar pintu kedatangan langsung ke kiri. Persis sebelah McDonalds. Di loket tiket inilah kami membeli kartu Octopus. Harga Octopus Card ini HKD 150 per kartu (per orang), dengan HKD 50 sebagai deposit. Saat pulang nanti, kartu ini bisa dikembalikan lagi di MTR Station atau di bandara HKIA.

Menuju ke bis? Belok kanan saja..

Menuju ke bis? Belok kanan saja..

Kami hanya mengikuti petunjuk arah “To City” dan “Bus” dari terminal kedatangan menuju ke halte bus A21. Alhamdulillah ga nyasar. Malah sempat juga membantu abang solo traveler muslim cakep untuk menentukan dia mesti turun di stop yang mana. Sayang ga foto bareng, apalagi tukeran nomer.. #modus😉😉

Papan petunjuk halte bus

Papan petunjuk halte bus

Bus A21 ini bentuknya double decker, alias ada dua tingkat. Untungnya saya dan KangMan termasuk orang-orang di antrian terdepan ketika bus ini datang. Alhasil bisa dapet kursi terdepan di lantai 2. Paling depan cui! [Note: Iya, saya memang kadang suka norak bang.] 😳😳

Ketika naik ke bus, disamping supir akan ada alat untuk men-tap kartu octopus. Saldo akan otomatis berkurang tiap kita men-tap kartu tersebut. Ketika turun, kita tidak perlu men-tap kartu kembali. Tidak seperti di Singapura, yang harus men-tap saat naik maupun turun dari busnya. Buat yang bayar dengan uang cash, pastikan uang kalian jumlahnya pas ya. Supir tidak akan memberikan kembalian jika kalian membayar dengan pecahan besar.

Lantai atas bis saat masih kosong. Note: Foto tempat bagasi didapat dari www.tripadvisor.com

Lantai atas bis saat masih kosong. Note: Foto tempat bagasi didapat dari http://www.tripadvisor.com

Yang bawa bagasi, koper tas backpack, segede apapun, don’t you worry, di bis sudah disediakan tempat untuk menaruh bagasinya. Posisinya persis dibelakang supir, disamping tangga menuju lantai atas bis. Buat yang duduknya diatas, don’t you worry too, ada cctv yang memantau setiap sudut dari tempat bagasi itu. Jadi saya yang duduk diatas pun bisa melihat jika ada orang yang mengambil bagasi dibawah.

Menuju ke Golden Crown Court (Yotel Cha Cha) cukup mudah. Dengan bus A21 ini kita hanya perlu melewati 12 pemberhentian. Oya, jangan dihitung tiap kali bisnya berhenti ya. Karena bila tidak ada penumpang yang mau turun, ataupun mau naik dari haltenya, bis di Hong Kong akan langsung capcyus lanjut ke pemberhentian selanjutnya, tanpa berhenti dulu di pemberhentian sebelumnya. Again, don’t you worry, di dalam bis ada layar kecil yang menunjukkan pemberhentian berikutnya dari si bis ini. Jika penumpang mau berhenti, harus memencet tombol “STOP” yang tersebar diseluruh penjuru bis. Kalau ga dipencet, bisnya tetep ga akan berhenti juga.. Begituuu..😎😎

Di pemberhentian ke 13, Cameron Road, saya dan KangMan (dan abang traveler muslim cakep) turun. Jalan sekitar 100 meter, sampailah kita di penginapan. Review penginapannya disini ya..

Saya terkejut bang. Sungguh.

Saya terkejut bang. Sungguh.

Setelah check in, melepaskan keterkejutan kami melihat kamar yang,, yaa begitulah,, ukurannya, kami pun memutuskan untuk mencari makan. Hari sudah cukup malam saat itu, sekitar jam 20.00 HKT tapi jalanan masih ramai, kendaraan masih berlalu lalang. Kami sempat juga kembali ke hotel sekitar pukul 22.00an. Dan jalanan pun masih ramai dengan orang-orang berlalu lalang.

Saat turun ke lantai bawah, kami sempat mampir ke lantai 5 gedung Golden Crown ini untuk membeli beberapa tiket wisata. Iya, untuk tiket-tiket museum, wisata, atau atraksi-atraksi tertentu, Golden Crown Guest House terkenal dengan harga murahnya. Lebih murah dari harga yang ditawarkan oleh website wisata, tour travel, apalagi on the spot nya. Kami membeli tiket Disneyland dan The Peak Combo (dengan Madame Tussauds dan Peak Galleria) disini. Buat yang mau berkunjung ke Hong Kong, Golden Crown Guest House ini recommended banget buat beli tiket wisatanya.😉

Restoran pertama yang kami kunjungi di Hong Kong adalah McDonalds. Hahahaha.. “I’m loving it!”lah pokoknya.😉 Selain McD, ada juga KFC dan Yoshinoya disekitar penginapan kami. Namun McD menjadi pilihan, karena mau nyicip apple pie nya yang ga ada di Indonesia. Muahahaha..😆

Minute Maid White Grape Aloe Vera, Minute Maid Pear, Coca Cola 888ml. You should try the MM Pear, yum!

Minute Maid White Grape Aloe Vera, Minute Maid Pear, Coca Cola 888ml. You should try the MM Pear, yum!

Hari pertama kami di Hong Kong diakhiri dengan membeli sebotol air mineral di 7-11 seharga IDR 20.000 perbotolnya. Perjalanan dengan maskapai LCC memang menghabiskan waktu satu hari, keluar rumah jam 04.30 WIB dan tiba di penginapan sekitar pukul 20.00 HKT. Karena hari sudah malam, tidak banyak yang bisa kami lakukan. Istirahat, karena besok kami akan pergi ke Disneyland! Yippiiii…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s