Wisata Sehari di Palembang

Palembang

Ngelanjutin cerita tentang Palembang sebelumnya. [Note: Buat yang penasaran sama wisata kuliner Mut selama di Palembang, monggo di klik di dieu nyak]

Walau Mut dan KangMan kemarin menghabiskan 3 hari 2 malam di Palembang, tapi lokasi-lokasi wisata yang kami datangi bisa juga dikelilingi dalam satu hari looo.. Nah, disini Mut coba untuk merangkum singkat jelas padat, siapa tau bisi aya nu pengen one day get-away to Palembang..🙂😯

Palembang

Palembang, ibukota dari Sumatera Selatan. Posisinya di atas Lampung. Dari Jakarta, cara paling mudah dan cepat adalah dengan naik kapal terbang. Ada banyak maskapai yang memiliki rute ke dan dari Palembang, bahkan dalam sehari bisa beberapa jadwal.

Untuk yang punya waktu singkat, sehari dua hari, atau hanya sabtu minggu, Mut punya saran tempat wisata seperti berikut:

Ambil penerbangan paling pagi, jadi tiba di Palembang juga pagi hari, langsung saja menuju penginapan/hotel. Titipkan semua tas/koper/backpack yang tidak diperlukan selama jalan-jalan. Bawa saja tas kecil buat naruh barang-barang penting, seperti dompet, handphone, kamera. Setelah menaruh barang, kita cari sarapan dulu. Tujuannya, ke Mie Celor 26 Ilir. Dengan uang Rp 20.000, kita sudah bisa menikmati sepiring Mie Celor dengan segelas es teh manis. Wuiih,, nikmatnyaaaaa… Dimakan pas masih hangat, pake tambahan kerupuk.. Top markotop komandan! Nyam..! :p

Mie Celor 26 Ilir

Mie Celor 26 Ilir

Setelah kenyang sarapan, saatnya kita menuju ke arah Sungai Musi. Dari Mie Celor 26 Ilir bisa dengan becak/bentor. Tapi kemarin, Mut dan KangMan memilih untuk jalan kaki saja. Kami jalan melalui pasar pagi yang kanan kirinya banyak menjual ikan ikan dan ikan.. Seger segerrrrr… Mendekati jalan besar,, mulai banyak yang berjualan empek-empek. Harganya beraneka ragam, dimulai dari Rp 1.000 rupiah per empek-empek kecil. Namun, karena kami baru saja sarapan, tak pula kami mencoba si empek-empek itu.. Hahaha..

Jembatan Ampera dari atas Kapal Kayu

Jembatan Ampera dari atas Kapal Kayu menuju Pulau Kemaro

Mendekati Sungai Musi, pergilah ke arah Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera. Eits, ga usah foto-foto dulu karena tujuan kita berikutnya adalah ke Pulau Kemaro. Pulau ini letaknya di tengah Sungai Musi. Ada empat alternatif untuk menuju pulau ini.

Pertama, dengan menggunakan kapal kayu, alias getek. Di sepanjang Sungai Musi, khususnya di dekat Jembatan Ampera, banyak sekali berjejeran kapal-kapal yang bisa disewa. Salah satunya yang tipenya kayu ini.. Saran Mut, kalau mau nyewa kapal ini, ada baiknya beramai-ramai. Soalnya kapalnya besaaaaaaarrrrr.. Hahaha..😀 Harga sewa satu kapal berkisar antara 150 – 250 ribu rupiah untuk perjalanan bolak balik. Jangan lupa keluarkan keahlian tawar menawar.. :p

Dermaga speedboat, posisinya dibawah jembatan ampera..

Dermaga speedboat, posisinya dibawah jembatan ampera..

Alternatif kedua, dengan menyewa speed boat. Yang ini juga bisa ditemui persis di bawah Jembatan Ampera. Untuk harganya Mut kurang begitu tahu yaa.. :p

Alternatif ketiga, hanya bisa dilaksanakan pas mendekati tahun baru china saja. Karena saat imlek, pemerintah daerah menyediakan jembatan dari kapal tongkang yang akan menghubungkan Palembang daratan dengan Pulau Kemaro. Jadi kita bisa jalan langsung kesana, tidak perlu menyewa kapal lagi.

Alternatif terakhir,,, ya,,, berenang! Hahahaha… #stress

Aaand,, this is it. Kapal kayu, aka getek, yang Mut dan KangMan sewa. Muat untuk 8 orang lebih padahal.. Serasa juragan kapal jadinya. Hahaha..

Aaand,, this is it. Kapal kayu, aka getek, yang Mut dan KangMan sewa. Muat untuk 8 orang lebih padahal.. Serasa juragan kapal jadinya. Hahaha..

Mut dan KangMan sendiri menggunakan Opsi pertama, dengan perahu kayu, menuju ke Pulau Kemaro. Kami naik persis di depan Benteng Kuto Besak. Perjalanan ke Pulau Kemaro kurang lebih 2 jam, sudah termasuk pulang pergi dengan kapal dan foto-foto narsis disana.

Bermacam jenis kapal yang bisa dilihat di sepanjang Sungai Musi

Bermacam jenis kapal yang bisa dilihat di sepanjang Sungai Musi

Dulu ceritanya ada seorang kaya raya keturunan Tionghoa (sebut saja si kokoh) yang menikah dengan putri dari Palembang. Setelah lama gak pulang-pulang ke Tiongkok (mak, macam Bang Toyib!) akhirnya suatu hari si kokoh dan istri pulang kampung jua.. Saat itu belum ada kapal terbang, jadi mereka menggunakan kapal kayu biasa gitu.. Nah, pas mau balik ke Palembang, keluarganya kokoh memberikan oleh-oleh beberapa guci besar yang ditaruh di kapal kayu pasangan ini. Saat sampai di Sungai Musi, kokohnya penasaran,, apa sih isi guci-guci ini,, kok berat-berat banget.. Gituu pikirnya..

Pagoda, salah satu objek wisata di Pulau Kemaro

Pagoda, salah satu objek wisata di Pulau Kemaro

Alhasil dibukalah guci pertama, ternyata isinya sayur. Dibuka guci kedua, isinya juga sayur. Sampai akhirnya marahlah si kokohnya, ternyata “cuma” sayur doang.. Sangking marahnya, dia buang itu guci-guci langsung ke Sungai Musi.. Dibuangan yang kesekian, saat mau dilempar keluar dari kapal, si gucinya keburu pecah di atas kapal. Terlihatlah bahwa dibawah sayur-sayur itu ada kepingan-kepingan emas. Menyadari hal itu, si kokoh pun langsung terjun ke Sungai Musi untuk menyelamatkan emas-emas di dalam guci yang tadi sudah dia buang..

Melihat bos nya terjun, anak buah si kokoh pun ikutan terjun juga.. Trus, setelah nunggu lama, si putri Palembangnya juga ikutan terjun.. Beberapa tahun kemudian, disekitar tempat si kokoh dan si putri terjun ini muncul daratan berbentuk Pulau. Yang makin lama dikenal dengan sebutan Pulau Kemaro..

Suka deh melihat patung biksu yang ini.. Imuuuuuttt.. Hahaha..

Suka deh melihat patung biksu yang ini.. Imuuuuuttt.. Hahaha..

Disebut Pulau Kemaro, karena di pulau ini tidak dipengaruhi musim. Walaupun sungai Musi sedang pasang atau surut, Pulau ini tetap seperti saat di musim Kemarau.. Gitu ceritanyaaa…🙂

Selain bermacam-macam tipe kapal. Disepanjang Sungai Musi juga ada pom bensin kapal, klinik kapal, sampai rumah kayu yang juga terapung. Foto bawah itu masjid tertua yang ada di sepanjang Sungai Musi..

Selain bermacam-macam tipe kapal. Disepanjang Sungai Musi juga ada pom bensin kapal, klinik kapal, sampai rumah kayu yang juga terapung. Foto bawah itu masjid tertua yang ada di sepanjang Sungai Musi..

Usai dari Pulau Kemaro, ketika kapal merapat kembali di dermaga Benteng Kuto Besak, kita bisa sekalian berfoto singkat disekitarnya. Lalu kemudian kembali ke hotel untuk check in dan ishoma.

Setelah ashar, bersiaplah kembali untuk jalan ke Jembatan Ampera. Daerah ini indah dinikmati dikala sore menjelang malam. Untuk keliling-keliliing, mudahnya dengan menyewa mobil. But, when in Rome, do as the Romans do, right? Jadi, kenapa ga coba yang namanya Trans Musi?

Peta Trans Musi

Peta Rute Trans Musi

Buat warga ibukota yang akrab dengan Trans Jakarta, Trans Musi bisa dibilang sepupu jauhnya TransJak. Idenya serupa, dengan beberapa macam rute trayek yang juga melewati spot wisata. Ongkosnya kalau ga salah 4.000 rupiah sekali naik. Cuma yaa entah kenapa saat itu Mut dan KangMan ditagihnya 5.000 per orang. Karena turis kali yah.. #carialesan Hahaha..🙂

Masjid Raya Palembang

Masjid Raya Palembang

Turunlah di Masjid Raya Palembang. Di depannya, ada bundaran air mancur yang punya bendera negara-negara ASEAN. Menjelang malam, di air mancur ini akan disinari lampu-lampu yang menambah indahnya malam.. :shy:

Martabak HAR

Martabak HAR

Untuk cemilan sore.. Mampirlah ke Martabak HAR. Posisinya persis di depan Masjid Raya Palembang. Cabangnya juga banyak.. Awalnya Mut pikir, martabak ini seperti martabak telur kalau di Jakarta. Iya sih, pakai telur… Cuma ya,, telur tok, alias telur aja. Tanpa ada daun bawang, apalagi daging.. Telurnya juga bisa pilih, bisa telur ayam atau telur bebek. Dimakannya pakai kari kentang.. Enaak,, tapi jangan kebanyakan.. Nanti bisulan.. Hahaha… :p

Museum Sultan Badaruddin II

Museum Sultan Badaruddin II

Dari Martabak HAR, berjalanlah menuju si Benteng Kuto Besak kembali. Disini kita bisa mampir ke Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), dan kalau beruntung, bisa masuk ke Museum Sultan Badaruddin II.

Menjelang malam, arahkanlah kaki kembali menyusuri jembatan AMPERA. Jangan lupa untuk selfie dengan tulisan Amperanya yaa.. Hahaha.. Diatas jembatan ini disediakan tempat duduk biar kita bisa menikmati pemandangan sekitar. Menikmati pergantian dari terang ke gelap di atas jembatan ini oke banget loh..

Jembatan Ampera

Puas foto-foto, turunlah melalui tangga kembali menuju si Benteng Kuto Besak. Di malam minggu, daerah depan BKB ini ramai sekali dengan pedagang-pedagang berjualan berbagai macam dagangan. Tak ketinggalan juga pasangan muda-mudi, abege-abege, dan rombongan wisatawan yang menambah keramaian.

Benteng Kuto Besak

Berjalanlah terus melewati dermaga kapal untuk ke Pulau Kemaro, menuju ke Riverside Restoran. Yap. Menikmati Jembatan Ampera malam hari paling pas dari restoran ini. Pilih spot yang bisa memandang jembatan langsung yaa.. Walau harganya agak mahal, tapi viewnya lumayan bisa mengobati dompet yang terluka. Hahahaha..

Jembatan Ampera malam hari. Foto diambil dari dalam Restauran Riverside..

Jembatan Ampera malam hari. Foto diambil dari dalam Restauran Riverside..

Puas menikmati santap malam, saatnya kita kembali lagi ke hotel, atau mungkin langsung menuju bandara untuk ke kota selanjutnya… Yu’ ah..🙂

One thought on “Wisata Sehari di Palembang

  1. Ke pulau kemaro, ane suggest pake getek aja, jgn speedboat. Kenceng banget kaga bsa foto2 dan yang ada badan kecipratan air dimana2.. Udahan mahal pulak… Rugi dah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s