Trip to Belitung: Day 2

Hari kedua di Belitung adalah jadwalnya island hopping alias keliling-keliling dari satu pulau ke pulau yang lain.. ;D

Jadi ceritanya,, Belitung ini juga memiliki banyak pulau disekitar pulau utama. Dan kekayaan bawah lautnya (baca: coral reef/terumbu karang) juga termasuk yang bagus-bagus (IMHO ya…). Karena penasaran dengan kebenarannya, mut, pakkomandan, dan bubul berminat untuk bersnorkeling ria. Namun Pak Gito dan Mas Trisno dari belitungisland.com bilang kalau snorkelingnya tentative, karena kondisi cuaca dan ombak yang ga menentu. Memang siiii,,, kami kesini disaat musin hujan, cocoknya yang mau berlibur kesini diantara Bulan April-Oktober saat air lautnya tenang…😦

Sebelum memulai kegiatan hari ini, kami mampir terlebih dahulu ke restoran bukit berahu untuk mengambil lunch box. Iya,, sudah menjadi kebiasaan bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung, bila mau island hopping mereka membawa bekal makan siang dari Pulau Belitung. Karena di pulau-pulau kecil nanti, tidak ada restoran yang siap menawarkan makan siang.

Perjalanan meloncat-loncat pulau kami mulai dari pelabuhan Tanjung Kelayang. Bukan layaknya pelabuhan dengan dermaga, tapi pelabuhan tempat berlabuhnya kapal-kapal yang akan membawa kami ke pulau-pulau sekitar.

Tanjung Kelayang sendiri adalah semenanjung yang dikelilingi pulau-pulau kecil dan batu-batu granit di ujung semenanjung dan di lepas pantainya. Tempat ini adalah tempat pemberhentian dari kegiatan Sail Indonesia yang dilakukan pertahun. Yang unik disini, sambil menunggu antrian perahu, ada seekor anjing yang lucuuuuuuuuuuu banget🙂😉 . Panggil saja dengan sebutan si browni, karena memang warna tubuhnya coklat. Bukan karena dia suka berjemur di pantai kayak bule-bule dari Eropa, tapi memang dari sananya dia berpigmen coklat….

Jadi, si Browni ini seneng banget dengan adanya banyak wisatawan yang dateng ke Tanjung Kelayang. Dia melompat kesana kemari kegirangan. Ngajak main lempar tangkap sama beberapa wisatawan yang berani. Buat yang ga berani, dia akan menghampiri dan berkata,,, tatap mata sayaaaaaaaa,,, tatap mata sayaaaaaaa…

Oke, lanjut ke cerita,, jadi si Browni ini memang tinggal di Tanjung Kelayang. Kuncen perhewanan disanalah ceritanya. Dari Pak gito ada cerita juga,, kalau air laut surut, si browni ini suka main-main sampe ke ujung sananya pantai. Terus loncat-loncat kegirangan, terus tenggelem deh… Hahahahaha,,, ngga deng😆

Batu di Pantai Tanjung Kelayang

Sebelum naik ke perahu, Pak Gito membagikan life vest pada kami. Satu orang dapet satu. Jangan lupa dikaitkan dan dikencangkan. Baru abis itu dibolehkan naik ke perahu. Perahu kami berisi 8 orang. Tiga wanita, dan lima laki-laki. Sebagai anak laki-laki tertua, dan ketua regu, KangMan siap memimpin perahu dengan duduk paling depan. Keinginannya adalah duduk di ujuuuuuuuuungnya perahu, tapi belum pun jalan kesana, udah diteriak-teriakin sama mut dan bukomandan. Gimana ndak,, wong ombaknya itu loh,,, 2-3 meterrrrr!!!

Wuih,, pengalaman island hopping yang W.O.W sekali pemirsah. Memang dari semalam Pak Gito udah ngingetin, island hoppingnya masih ngeliat cuaca, soalnya ombak tinggi. Dan kita-kita yang ga kebayang kayak apa tingginya ombak masih senyum-senyum aja sambil dalam hati ngucap,, belum tauu ni Pak Gito,, kita kan udah profesional. Puadahallll,, sekali-kalinya island hopping cuma pas ke kepulauan seribu doang! Hahahahaha….🙄😀

Daaan,, ucapan Pak Gito pun terbukti… Baru aja jalan dari tepi pantai Tanjung Kelayang… Gelombangnya udah ngajak ribut. Dari yang awal bisa senyum-senyum, sampai merem melek, sampai merem beneran, terus melek beneran lagi.. Dari yang awal bisa teriak-teriak manggil nama kangen band, eh KangMan (buat nyuruh jangan ke ujung perahu banget), sampeee nyebut-nyebut nama sang maha kuasa. Meeeeeeeeenn,,, ombaknya meeeeen…! Fiuh… #lap air laut#

Ga tau berapa lama kita terombang ambing di lautan. Yang diinget hanya bahwa “Nenek moyangku seorang pelauuuuuut,, menempuh badai sudah biasaa…” Tapi akhirnya sampai juga di pulau tujuan utama island hopping, Pulau Lengkuas namanya..

Masih bisa tersenyum setelah menerjang ombak lautan. Not that bad, eh?

Pulau Lengkuas ini adalah pulau kecil, yang dikelilingi dua pulau kecil lain. Pulau ini adalah pulau terluar dari Belitung Utara, dan punya mercusuar setinggi 60 meter yang dibangun tahun 1882. Aktivitas yang bisa dilakukan disini adalah naik-naik ke atas batu-batu granit besar, melihat-lihat pemandangan laut lepas, naik ke atas mercusuar, tidur-tiduran di pasir, dan yang terpenting, poto-poto! Hahahaha…😀

Pemandangan dari atas mercusuar

Mayoritas waktu island hopping kami habiskan di Pulau Lengkuas ini. Karena memang penasaran dengan batu-batu granitnya, jadi ga afdol kalau ga dipanjatin.. Berkat bantuan Kangman, pakkomandan, dan bubul, Mut akhirnya berhasil juga naik ke batu-batu tinggi itu.. Maklum,, udah ga abg lagi.. Hahahaha… #alesan

Next aktivitasnya… Snorkelling. Yippiii..! Walaupun laut bergelombang, ombak tinggi,,, tak surut keinginan untuk melihat alam bawah laut Belitung. Bedanya coral reef antara Kepulauan Seribu dan Pulau Belitung adalah, kalau di Belitung karang-karangnya besar-besaaaaaarrrr.. Dan banyak ikannyaa.. apalagi kami berbekal roti, Pak Gito dengan tanggapnya langsung ngasih makan ikan-ikan kecil. Jadi pada ngelilingi kita deh.. Kyaaa,,, lucu-luuucuuuuu…!🙄

Puas snorkeling, kami menuju pulau selanjutnya, Pulau Babi atau Pulau Kepayang. Di pulau ini banyak kerang-kerang yang lucu. Tapi sayang, mayoritas udah rusak.. Jadi Cuma beberapa yang bisa dibawa pulang dijadiin hiasan. Di pulau ini main attractionnya tetap batu-batu granit besar. Dan lagi-lagi,, wajib poto-poto! Hahahaha…

Gagal berpose di Kapal Titanic, di Pulau Kepayang juga gpp lah yaa…

Pulau terakhir yang kami kunjungi adalah Pulau Pasir. Sebenarnya,, ini adalah pulau ada dan tiada. Jadi, kalau air laut pasang, pulau ini ga kelihatan. Sedangkan kalau air laut surut,, baru pulau ini ada.. Bentuknya pun berubah-ubah, mengikuti arus air laut. Yang bisa dilakukan disini adalah tidur-tiduran di pasir putih sambil kena ombak. Hahahaha… Dan tentu saja,, poto-poto!

Dari Pulau Pasir kami kembali ke Tanjung Kelayang. Karena hari sudah sore, dan tempat makan malam searah dengan hotel, jadi kami memutuskan untuk makan malam dahulu. Untungnya kami bisa sekalian berbilas disana. Jadi makan malam bisa dengan baju kering..

Buat yang mau ke pantai,, jangan lupa pakai suncream. Seberapa mendungnya cuaca, tetep aja muka kepanggang… >>khusus buat saya.. Akibat ga pakai suncream,, saat makan malam mukanya jadi merah ala kepiting. Huhuhuuuu… Heran,, bule-bule itu berjemur apa ga merah-merah ya badannya? Hmmm…

Kami makan malam di restoran Bukit Berahu. Selain restoran, disini juga ada cottagenya/hotel. Bisa jadi tujuan menginap juga jadinya.. Lauk makan malam juga maknyusss,,, Habisss ludesss capek abis dari pulau.. Hahahaha…:mrgreen:

Lanjut ke Day 3 yaaa…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s