Sabang, Si Kilometer Nol

“Dari Sabang sampai meeeraukeee berjajar pulau-pulaau….”

Salah satu cara kalau mau ke Sabang adalah dengan naik kapal dari Banda Aceh. Tiap harinya ada satu kapal cepat dan satu kapal lambat yang bolak balik Banda Aceh – Sabang. Kalau naik kapal cepat, perjalanannya bisa ditempuh kurang lebih 45 menit. Sedangkan dengan menggunakan kapal lambat perjalanannya makan waktu hingga satu setengah jam. Kalau pakai kapal lambat, kita juga bisa membawa serta kendaraan yang kita miliki. Jadi, tak usah lagi repot-repot mencari penyewaan di Sabang nantinya.

Info Kapal

Info Kapal

Harga Tiket Kapal

Harga Tiket Kapal

Menyewa kendaraan roda empat termasuk yang mudah disana. Gak ada salahnya untuk mencoba bertanya-tanya sewaktu di kapal (seperti yang dilakukan si mama saiyah), siapa tau bisa dapet kenalan atau nomer kontak orang yang merental kendaraan. Untuk mobil kijang, bisa disewa dengan harga Rp 450 ribu untuk sehari, sudah termasuk supir dan bensinnya. Sehari untuk keliling kota sabang bisa dibilang cukup, kecuali kalau mau snorkeling, dan menikmati pemandangan pantai yang huih,, cantik niaaan…!

Salah satu lokasi wisata yang harus dikunjungi adalah tugu kilometer nol Indonesia. Letaknya di paling ujung barat pulau Sabang. Tanya aja ke supirrr,, pasti pada tau tempatnyaa..🙂 Jalan menuju kilometer nolnya naik turun, berkelok-kelok, dan banyak sapi yang suka duduk-berlenggak lenggok-bersantai di tengah jalan. Jadi, pak supir harus bener-bener aware sama kondisi jalannya. Salah-salah nanti bisa nabrak sapi orang pula… Hahahaha… :p

Dari pusat kota Sabang, tugu ini memakan waktu sekitar dua jam perjalanan. Hati-hati, di sekitar tugu ini banyak monyet-monyet liar berkeliaran. Udah banyak, serem-serem pula…! Ga bisa ngeliat kacang sedetik pun,, langsung dikejarnya kita… Fiuh! Wisatawan bisa memiliki bukti bahwa mereka sudah menginjakkan kaki di kilometer nol Indonesia dengan cara membeli sertifikat di lokasi dengan harga Rp 20.000 atau dengan mengunjungi kantor Dinas Pariwisata Kota Sabang dengan membayar Rp 15.000.

Sertifikat Kilometer Nol

Lokasi wisata lain adalah pantai-pantai di sekeliling kota Sabang. Hampir semuanya bagus-bagus, indah,,, airnya bersiiiiiiih bangeeeet….! Sayang waktunya ga cukup buat snorkeling dan mengelilingi pulau-pulau yang ada disekitar pulau weh ini.

Salah satu pantai di Sabang

Next destination,, kilometer nol merauke. Anyone?

3 thoughts on “Sabang, Si Kilometer Nol

  1. Hi Mutmut (seenaknya aja bikin nama panggilan baru ^^) just read about ur story in Sabang pulau Weh, reminding me of my brother Adit a UGM student, who is been doing his field works (KKN) at sabang, at this very moment..

    yup while others choose to do it nearby their hometown, my brother chose ‘castaway’, imagine how is my mother’s face when she knew that..don’t

    I heard the water is pretty nice there, not to mention the ocean “mm’mm mamamia” the Italian would probably said, I envy both of you thought, I guess that’s why he chose to be ‘stranded’ there..hehe (Ups ko gw malah nge blog disini??)

    Anyway ur next stop is meraukee?
    I’ll give you his contact, he’ll be glad to accompany you..

    he’s kinda a..well I call him a “TravelFreak”

    • Hwaw,, your brother really have the guts to go out of town. Sabang really is a little city. You should go there sometimes.. Enjoy the beaches, snorkeling, and of course going to the kilometer nol and get the certificate. Hahahaha…

      Well, I really hope I could go to Merauke (and collect another kilometer nol certificate) .. Nabung dulu yaaa…..!
      (o^^o)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s